Kamis, 28 Juni 2018
Mencintaimu
Aku mencintaimu dengan sederhana
Memperhatikanmu dengan huruf-hurufku,
merindukanmu dengan tanda bacaku,
mendoakanmu dengan kedua tanganku
Aku mencintaimu dengan sederhana
Menjadikan setiap sajakku menjelma menjadi angin,
yang meniupkan segala harapanku ke jiwamu
Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana kata-kataku
Hadir
Perasaan ini mulai hadir (lagi)
Di ombang-ambing, dilanda kepanikan
Apakah hanya aku yang merasakan
Sementara kau asyik menyaksikan
Perasaan ini mulai hadir (lagi)
Selayaknya bulan yang terlihat dalam kegelapan
Tak mampu ditutupi sinarnya meski perlahan
Karena ia sadar itulah keindahan
Perasaan ini mulai hadir (lagi)
Perasaan ini mulai hadir (lagi)
Aku masih meniti
Kau sudah ahli
Di ombang-ambing, dilanda kepanikan
Apakah hanya aku yang merasakan
Sementara kau asyik menyaksikan
Perasaan ini mulai hadir (lagi)
Selayaknya bulan yang terlihat dalam kegelapan
Tak mampu ditutupi sinarnya meski perlahan
Karena ia sadar itulah keindahan
Perasaan ini mulai hadir (lagi)
Perasaan ini mulai hadir (lagi)
Aku masih meniti
Kau sudah ahli
Jumat, 05 Mei 2017
Hobi hanyalah ke-aneh-an
Hobi hanyalah sebuah
alasan untuk melakukan suatu hal yang aneh. Coba tanyakan kepada teman,
saudara, atau siapa saja yang kalian jumpai. Apa hobi mereka? Adakah kalian
temui hobi yang aneh. Apa mungkin ada yang tidak mempunyai hobi.
Ada manusia yang
hobinya mengoleksi prangko, melamun, mengupil, dan masih banyak lagi yang
lainnya. Apakah itu bukan sesuatu yang aneh. Tentu aneh bagi kita yang
mendengar dan melihat. Tetapi tidak aneh bagi mereka yang melakukannya karena
mereka melalukannya atas dasar rasa yang merdeka.
Seseorang yang memiliki
hobi tentu punya kaitan dan batasan. Dimana hobi yang mereka lakukan berkaitan
dan terbatas atas kebebasan orang lain. Sebagai makhluk sosial tak lepas dari
kaitan manusia dilingkungan. Diperlukannya toleransi dan tenggang hati terhadap
kelakuan manusia atas dasar hobi.
Semakin besar rasa
kecintaan manusia terhadap hobinya, semakin nampak kebodohan dari hobi yang
dilakukan. Sebuah kecintaan terhadap suatu hobi dibutuhkan rasa pengorbanan
serta penderitaan. Jika hal tersebut tak dimiliki bersiaplah sakit hati atas
hobi yang kalian miliki. Sakit hati karena tak tercapainya angan dan cita-cita
yang diharapkan dari sebuah hobi.
Manusia punya rasa. Hobi memerlukan rasa. Jika rasa kemanusiaan belum sempurna, mustahil sampai pada puncak hobi yang dimiliki.
Manusia memanusiakan manusia
Ada kisah jualan manusiaYang dilakukan dibanyak negaraBuruh migran lah disebutnyaSiang malam mereka bekerjaBanting tulang dinegri sebrang sanaTempat mereka menggantung nyawaTuk menghidupi keluarganya(Marjinal – Buruh Migran)
Buruh adalah manusia
yang bekerja. Mengandalkan dari tenaga dan keahliannya. Sehingga mendapatkan
gaji dari pemilik pabrik atau pemberi pekerjaan sesuai dengan kesepakatan dan
perundang-undangan.
Tak ada istilah majikan
dan tuan karena buruh bukan budak. Buruh migran yang dipukul, disiksa, dan
diperkosa sehingga mati konyol membutuhkan rasa kemanusiaan. Rasa kemanusiaan
dalam bekerja dan perlakuan (dari seorang pemberi pekerjaan).
Negara Indonesia telah
merdeka sejak tahun 1945, tetapi tidak dengan warganya. Dimana para buruh/warga
yang bekerja tidak merasakan kemerdekaan. Buruh tidak mendapatkan sifat
kemanusiaan dan keadilan, sehingga mustahil terciptanya persatuan. Bukti kuat
masih banyak tuntutan dari buruh yang belum terealisasikan. Hal ini yang
menyebabkan banyak aksi demo para buruh berujung kericuhan.
Buruh migran tak seditkit
yang teraniaya, bahkan pulang hanya tinggal nama. Mereka hanya pasrah korbankan
jiwa karena tak ada sanak saudara dan kepastian nasibnya. Bekerja siang malam dan
tinggal di negri yang antah berantah banting tulang ‘tuk keluarganya. Buruh bukan
hanya menuntut soal pendapatan dan tunjangan hidup, tetapi kemaslahatan hidup. Dimana
dibutuhkannya sifat kemanusiaan dari manusia kepada sesama manusia (buruh).
Senin, 24 April 2017
Penyakit instan
Siapa yang tak mau
kuliah? Setiap orang yang sudah lulus sekolah menengah atas pasti ingin melanjutkan
pendidikannya. Hanya ada beberapa faktor yang menjadi hambatan. Biaya kuliah di
Indonesia memang tidak murah. Ditambah dengan pendapatan ekonomi masyarakat
yang tidak besar.
Kebetulan saya
kuliah di Universitas Pamulang (UNPAM). Tujuan melanjutkan sekolah tinggi untuk bertambahnya ilmu. Disamping itu juga bertambahnya teman dan
pengalaman. Tetapi banyak pemikiran para mahasiswa hanya
ingin mendapatkan sebuah gelar. Entah untuk pekerjaan, status sosial, atau ajang
pamer. Bahkan hanya untuk penulisan nama disebuah undangan pernikahan. Pemikiran
yang seperti ini harus dihancurkan. Gelar memang penting. Tentu saja dengan
gelar yang didapat harus sesuai dengan kwalitas ilmu yang dimiliki. Contoh saja gelar Ustaz, yang menguasai ilmu Agama.
Kebanyakan para
mahasiswa hadir ke kelas untuk mencari absen. Bukti kuat pada saat pelajaran
berlangsung mereka asik berbincang, selfie,
dan bermain game di smartphone. Lantas
apa ilmu yang didapat? Sungguh sebuah kegiatan yang sia-sia. Seharusnya kita
sadar dan syukur bisa kuliah. Banyak orang yang mempuni otak dan tenaganya tapi
tidak punya biaya untuk kuliah. Lebih baik kesempatan kuliah kalian diberikan
kepada mereka.
Hasil tidak akan
mengkhinati perjuangan dan pengorbanan. Jika ingin berkehidupan yang layak,
maka dimasa sekarang ini harus sungguh belajar. Tentu diimbangi dengan segala
macam aktivitas yang lain. Sebab hidup bukan sekarang. Hidup adalah bagaiamana
kita berbuat dari sekarang.
Hobiku tidak punya hobi
Setiap orang pasti
melakukan rutinitas. Tetapi apakah setiap orang punya hobi? Saya adalah salah
satu orang yang tidak punya hobi. Karena hobi tidak banyak. Seseorang yang
punya hobi pasti hanya satu atau dua hobi. Paling banyak pun lima hobi. Itu pun
ada salah satu hobi yang tidak sering dilakukan.
Segala sesuatu yang
saya jalani adalah sebuah hobi. Baik aktivitas maupun rutinitas. Ini adalah
cara agar tidak mudah bosan. Setiap orang pasti punya rasa bosan. Saya pun
punya rasa bosan. Tapi kerap kali rasa bosan itu datang, saya selalu menekankan
pikiran saya bahwa “ini hobi gua, gua gak boleh bosan”.
Kenapa harus ada
hobi. Apakah hobi selalu diutamakan dari pada aktivitas yang lain? Nyatanya tidak.
Hobi tetaplah hobi. Apakah sebuah rutinitas menjadikan seseorang itu hobi? Nyatanya
tidak. Apakah sebuah pekerjaan adalah hobi? Nyatanya tidak. Banyak orang yang
membenci pekerjaannya. Hanya saja butuh uang untuk hidup dan sulit untuk
mencari pekerjaan lain. Jika sekolah adalah rutinitas siswa yang dijadikan
hobi, kenapa masih banyak siswa sekolah yang bolos?
Entah hobi itu ada
atau tidak. Yang terpenting adalah bagaimana kita memaksimalkan segala hal yang
kita jalani, sesuai kadar kemampuan kita. Lakukan segala hal yang menghasilkan
keuntungan. Bukan hanya materi, tetapi segala aspek hidup. Selalu tegur dan
ingatkan pada teman dan saudara yang ada dijalan kerugian. Agar terciptanya keamanan,
kenyamanan, dan kerukunan.
Fenomena Ibu-ibu mengendarai sepeda motor
Sepeda motor kini
mudah didapatkan. Dengan uang muka dan kredit yang murah. Tak heran pada satu
rumah warga terdapat lebih dari satu sepeda motor. Hal ini juga menyebabkan
para Ibu-ibu dan anak-anak bisa mengendarai sepeda motor. Hanya bisa, tidak
pandai.
Saya pengendara sepeda
motor. Dalam mengendarai sepeda motor bukan hanya dibutuhkan kelihaian, tapi
juga kewaspadaan. Tingkat kewaspadaan seorang pengendara motor akan drastis naik
jika ada Ibu-ibu didepannya. Fokus pengendara motor dibuat hilang oleh Ibu-ibu.
Contoh saja Ibu-ibu yang ingin belok kiri tetapi menyalakan sen kanan. Ibu-ibu yang
menyalakan sen kiri tetapi ada dikanan jalan. Ibu-ibu yang menyalakan sen kanan
tetapi ada dikiri jalan. Dan masih banyak lagi kelakuan Ibu-ibu dijalanan.
Sebetulnya apa
maksud dari kelakuan Ibu-ibu tersebut. Apa mungkin itu adalah sebagai tingkat
kewaspadaan. Dengan berada disebelah kiri jalan menjadikan aman belok kanan. Ternyata
tidak. Hal itu terjadi akibat kurangnya pelatihan dan pengalaman yang minim.
Langganan:
Postingan (Atom)
